article Jenis dan Cara Membaca Meteran Listrik yang Wajib Diketahui! cover image
03 April 2025 Kwh Meter

Jenis dan Cara Membaca Meteran Listrik yang Wajib Diketahui!

Beranda > Artikel > Kwh Meter > Jenis dan Cara Membaca Meteran Listrik yang Wajib Diketahui!

Memahami cara membaca meteran listrik sangat penting bagi setiap pengguna listrik, baik di rumah, kantor, maupun tempat usaha. Dengan mengetahui cara yang benar, Anda dapat memantau konsumsi daya secara akurat.

 

Anda juga bisa menghindari kesalahan dalam pencatatan, serta mengontrol penggunaan listrik agar lebih hemat dan efisien. Kesalahan dalam membaca meteran listrik bisa menyebabkan tagihan yang tidak sesuai.

 

Bahkan kesalahan tersebut juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam alokasi penggunaan listrik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini akan membahas berbagai jenis meteran listrik serta cara membaca setiap jenisnya dengan benar.

 

Kenali Cara Membaca Meteran Listrik dan Jenisnya


Bagaimana membaca meteran listrik? Sebelumnya, penting untuk mengetahui jenis-jenis meteran yang umum digunakan. Setiap jenis memiliki cara pembacaan yang berbeda, tergantung pada sistem kerja dan teknologi yang digunakan. Berikut adalah beberapa jenis meteran listrik yang umum ditemukan:

 

1. Meteran Listrik Analog

 

Meteran analog adalah jenis meteran listrik konvensional yang masih menggunakan jarum atau angka berputar pada roda. 

Ciri khas dari meteran ini adalah adanya lima atau lebih dial (piringan angka) yang menunjukkan jumlah kWh (kilowatt-hour) yang telah digunakan. 

 

2. Meteran Digital

 

Meteran digital adalah jenis meteran listrik yang lebih modern dibandingkan dengan meteran analog. Meteran ini menggunakan layar digital yang langsung menampilkan jumlah konsumsi listrik dalam satuan kWh. 

 

Keunggulan meteran ini adalah kemudahan dalam membaca angka karena tidak memerlukan interpretasi dial seperti pada meteran analog. 

 

3. Meteran Prabayar

 

Meteran prabayar sering disebut juga sebagai meteran listrik token. Pengguna harus membeli dan memasukkan token listrik sebelum dapat menggunakan daya. 

 

Meteran ini juga dilengkapi dengan layar digital yang menampilkan jumlah saldo listrik yang tersisa dalam satuan kWh. Jika saldo habis, listrik akan otomatis terputus hingga pengguna mengisi ulang token.

 

Dengan memahami jenis-jenis meteran listrik ini, Anda bisa lebih mudah menentukan cara membaca angka konsumsi listrik sesuai dengan jenis meteran yang Anda gunakan.

 

Cara Membaca Meteran Listrik Berdasarkan Jenisnya

Meteran listrik analog
 

Setiap jenis meteran listrik memiliki cara pembacaan yang berbeda. Kesalahan dalam membaca meteran dapat menyebabkan pencatatan yang tidak akurat dan berpotensi menimbulkan selisih dalam tagihan listrik. Berikut adalah cara yang benar sesuai dengan jenisnya:

 

1. Cara Membaca Meteran Analog

 

Meteran listrik analog memiliki beberapa dial atau roda angka yang berputar seiring dengan penggunaan listrik. Agar tidak salah, ikuti langkah-langkah berikut:

 

- Perhatikan jumlah dial angka. Biasanya terdapat lima dial utama yang menunjukkan jumlah konsumsi listrik dalam satuan kWh.
- Baca angka dari kiri ke kanan. Perhatikan posisi jarum pada setiap dial dan catat angka yang ditunjukkan.
- Jika jarum berada diantara dua angka, pilih angka yang lebih kecil. Kecuali jika jarum sudah melewati angka 9, maka pilih angka yang lebih besar.
- Abaikan angka setelah koma. Jika ada dial tambahan yang menunjukkan desimal, angka tersebut tidak perlu dicatat karena hanya sebagai indikator pergerakan.


Contoh: Jika meteran menunjukkan angka 4-2-7-8-3, maka konsumsi listrik yang telah digunakan adalah 42783 kWh.

 

2. Cara Membaca Meteran Digital

 

Meteran listrik digital lebih mudah dibaca karena langsung menampilkan angka konsumsi listrik pada layar LCD atau LED. Berikut langkah-langkah yang tepat untuk listrik digital:

 

- Perhatikan angka pada layar. Meteran digital akan menampilkan jumlah penggunaan listrik dalam satuan kWh.
- Catat angka yang ditampilkan. Biasanya terdiri dari lima atau enam digit, misalnya 12567 kWh.
- Perhatikan simbol tambahan yang ada. Beberapa meteran digital memiliki simbol tambahan, seperti indikator daya aktif, tegangan, atau arus listrik.


3. Cara Mengecek Sisa Token pada Meteran Prabayar

 

Bagi pengguna meteran prabayar, penting untuk mengetahui jumlah sisa saldo listrik agar tidak kehabisan daya secara tiba-tiba. Berikut cara mengeceknya atau meteran listrik token:

 

- Tekan tombol tertentu. Biasanya, menekan "07" lalu tombol ENTER akan menampilkan jumlah kWh yang tersisa.
- Perhatikan angka pada layar. Umumnya, pada Layar akan menampilkan jumlah sisa listrik dalam satuan kWh.
- Perhatikan peringatan saldo rendah. Jika saldo hampir habis, meteran akan berbunyi sebagai peringatan.


Dengan memahami cara dengan benar, Anda bisa lebih mudah mengontrol konsumsi daya dan menghindari kesalahan dalam pencatatan. 

 

Adapun jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut atau memerlukan meteran Listrik maupun alat yang berhubungan dengan kelistrikan Teknik Saurus adalah solusinya. 

 

Dapatkan Meteran Listrik Berkualitas Hanya di Teknik Saurus


Teknik Saurus merupakan penyedia suku cadang terlengkap untuk berbagai mesin industri. Tak hanya itu saja kami Teknik saurus juga menyediakan peralatan lainnya termasuk meteran listrik dengan berbagai jenis dan pastinya berkualitas.

 

Beroperasi di bawah PT Badja Abadi Sentosa, kami resmi terdaftar sebagai distributor dari sejumlah merek ternama. Untuk itulah Anda tak perlu meragukan kualitas barang yang kami tawarkan. 

 

Jadi jika Anda ingin info lebih lengkap seputar cara membaca meteran Listrik maupun membutuhkan meteran listrik bisa segera menghubungi kami Teknik Saurus. 

 

Anda juga bisa langsung saja mengunjungi laman website kami, tunggu apalagi, hubungi kami Teknik Saurus sekarang juga!

Loading...